Memahami Materi Appositive Phrase dalam Soal Structure TOEFL
Dalam mengerjakan soal Structure TOEFL, kemampuan mengidentifikasi Subjek (Subject) dan Kata Kerja (Verb) adalah fondasi paling dasar. Namun, ada satu elemen pengecoh yang sering menyamar seolah-olah dia adalah subjek, padahal bukan. Elemen tersebut adalah Appositive Phrase.
Kesalahan dalam membedakan antara subjek asli dan appositive dapat berakibat fatal pada pemilihan jawaban. Anda bisa terjebak memilih verb yang salah atau struktur kalimat yang rancu.
Artikel ini akan membahas tuntas logika Appositive Phrase dari sudut pandang kami yang mendalam, agar Anda tidak lagi terjebak oleh distractor jenis ini.
Definisi Appositive Phrase
Secara sederhana, Appositive adalah kata benda (noun) atau frasa kata benda (noun phrase) yang diletakkan setelah atau sebelum kata benda lain untuk menjelaskan atau memberikan informasi tambahan tentang kata benda tersebut.
Ciri khas utama Appositive dalam tulisan formal seperti soal TOEFL adalah penggunaan tanda baca koma (,). Appositive tidak memengaruhi jumlah subjek maupun verb. Dia hanyalah keterangan tambahan.
Posisi Appositive dalam Kalimat
Ada dua posisi utama Appositive yang sering muncul dalam soal tes TOEFL:
1. Posisi di Tengah (Diapit Dua Koma)
Ini adalah pola yang paling umum. Appositive terletak setelah subjek dan sebelum verb.
Rumus: Subject, Appositive, Verb
Contoh:
- George Washington, the first president of the United States, was a general.
- Subject: George Washington
- Appositive: the first president of the United States
- Verb: was
Perhatikan bahwa jika kita membuang bagian yang diapit koma, kalimat tersebut masih utuh dan bermakna: George Washington was a general.
2. Posisi di Awal Kalimat
Pada pola ini, Appositive diletakkan di awal, diikuti koma, lalu baru subjek sebenarnya muncul.
Rumus: Appositive, Subject + Verb
Contoh:
- A famous scientist, Albert Einstein formulated the theory of relativity.
- Appositive: A famous scientist
- Subject: Albert Einstein
- Verb: formulated
Jebakan Klasik Appositive di Soal TOEFL
Pembuat soal TOEFL sangat cerdik menyembunyikan subjek di balik Appositive. Berikut adalah pola soal yang harus Anda waspadai.
A. Subjek yang Hilang
Soal seringkali memberikan Appositive lengkap, tetapi menghilangkan subjeknya. Peserta sering mengira Appositive di awal kalimat adalah subjek, lalu langsung memilih verb.
Contoh Soal: ______, George, is attending the lecture. A. Right now B. Happily C. Because of the time D. My friend
Analisis: Di sini, “George” diapit oleh dua koma (jika dilihat dalam konteks kalimat panjang) atau mengikuti pola Appositive. Namun, mari kita lihat lebih jeli. Kalimat ini butuh penjelasan siapa itu George. Jawaban D. My friend adalah yang paling tepat karena ia adalah Noun Phrase yang berfungsi sebagai Appositive (atau sebaliknya, George menjadi appositive bagi My friend, tergantung konteks kalimat sebelumnya).
Namun, perhatikan contoh yang lebih sering muncul:
- __ , Sarah rarely misses a basketball game.
- A. An excellent player
- B. An excellent player is
- C. She is an excellent player
- D. Is an excellent player
Di sini, “Sarah” adalah subjek. Kita butuh Appositive di depan. Jawaban yang benar adalah A. Opsi B dan D salah karena ada verb is (akan terjadi double verb). Opsi C salah karena ada subject She (double subject).
B. Appositive Disangka Subjek
Sebagai lembaga TOEFL resmi, kami sering menemukan siswa salah menghitung Subject-Verb Agreement karena terkecoh Appositive.
Contoh:
- The technology, along with the new devices, has evolved rapidly.
Frasa “along with the new devices” hanyalah variasi keterangan tambahan (mirip fungsi appositive). Subjek utamanya tetap “The technology” (tunggal), maka verb-nya harus tunggal (has), bukan jamak (have), meskipun ada kata “devices”.
Tips Praktis Mengidentifikasi Appositive
Agar Anda semakin mahir, Rumah Inggris Course menyarankan langkah-langkah berikut saat menghadapi soal Structure:
- Waspadai Tanda Koma: Jika Anda melihat struktur: Noun + Koma + … + Koma + Verb, maka bagian di tengah koma kemungkinan besar adalah Appositive. Abaikan dulu bagian itu untuk menemukan subjek aslinya.
- Cari Verb Utama: Temukan kata kerja utama kalimat tersebut. Ini akan membantu Anda melokalisir mana subjek yang bertanggung jawab atas verb tersebut.
- Pastikan Kelas Katanya Noun: Appositive sejati selalu berupa Noun atau Noun Phrase. Dia bukan Adjective Clause (yang pakai who/which) dan bukan Adverb.
- Cek Kelengkapan Kalimat: Jika Appositive dibuang, kalimat harus tetap memiliki struktur Subject + Verb yang lengkap dan masuk akal.
Latihan Analisis
Coba perhatikan kalimat di bawah ini:
- The structure, a skyscraper designed by a famous architect, dominate the skyline.
Apakah kalimat ini benar? Jawabannya: Salah. Subjeknya adalah The structure (Tunggal). Appositive-nya adalah a skyscraper…architect. Verb-nya adalah dominate. Karena subjek tunggal, verb harusnya dominates (dengan s). Kesalahan ini sering terlewat karena mata kita melihat kata architect (dekat dengan verb) yang seolah-olah menjadi subjek.
Kesimpulan
Materi Appositive Phrase mengajarkan kita untuk teliti melihat struktur inti kalimat. Jangan biarkan informasi tambahan mengaburkan pandangan Anda terhadap Subject dan Verb utama.
Ingatlah pola kuncinya: Subject, (Appositive), Verb atau Appositive, Subject + Verb.
Dengan memahami logika ini, Anda akan jauh lebih percaya diri dalam mengeleminasi jawaban yang salah. Kejelian mendeteksi Appositive adalah salah satu indikator kesiapan Anda meraih skor tinggi dalam tes TOEFL. Teruslah berlatih dan pertajam analisis gramatikal Anda.
